25.7.17

Eksplore Bandung : Tebing Instagram

Tebing Keraton yang saat ini udah lebih terkenal dengan nama "Tebing Instagram" bikin saya penasaran karena sering muncul di explore akun Instagram saya. Sebenernya yang bikin saya penasaran apa yang bikin orang-orang rela berkunjung ke tempat ini sehingga menjadi begitu fenomenal? Untuk menjawabnya hanya ada satu solusi yaitu pergi ke TKP langsung, haha!

Setelah saya main main ke Kawah Tangkuban Perahu (dan sengaja untuk tidak mereview lagi) , langsung mencari tempat dimana Tebing Keraton ini berada. Tebing Keraton sendiri ada di dalam kawasan Taman Hutan Raya H. IR. Djuanda atau gampangnya terletak di daerah Dago.

Sesampainya di Tebing Keraton sekitar pukul 16.00 dan saya tidak melihat pemandangan apapun kecuali para pengunjung yang sedang berselfie. Sebenernya saya bingung apa yang ditawarkan di tebing hits 2015 ini karena kalau menyuguhkan panorama, bagi saya di Malang menuju Batu panoramanya ya begini ini. Ini opini pribadi saya ya, karena tiket masuknya juga lumayan mahal sekitar 18.000 rupiah, hiksss.

Panorama dari Tebing Keraton


Spot untuk berfoto


Setiap tempat memang punya target pengunjung masing-masing, saya menulis review berikut karena bagi saya ini bukan tempat yang cocok untuk saya. Highly recommended untuk para Instagramers serta para pengguna media sosial yang suka berfoto-foto di tempat yang menjadi fenomenal bahkan viral. Bonus foto saya nih, insyaAllah sekali aja kesana dalam seumur hidup.



Ya namanya aja Tebing Instagram

hehe

Wawa Yasaruna's

21.7.17

Puncak B29 Desa diatas Awan


Sebelumnya saya sudah pernah berkunjung ke bukit dengan ketinggian 2900 meter di atas permukaan laut ini pada tahun 2015 silam, sayangnya cuaca sedang tidak bersahabat. Awal tahun 2017 saya kembali melakukan perjalanan ke bukit yang katanya diatas awan ini meskipun ternyata kesiangan, padahal di perjalanan sunrise sedang bagus-bagusnya.

Jalur normal menuju puncak B29 adalah melalui Lumajang karena sudah memadai dan aman, namun waktu itu kita memutuskan lewat Pasuruan sehingga nyasar untuk beberapa kali di tengah malam. Huf. Berangkat dari malam pukul 23.00 dan baru sampai di Puncak B29 sekitar pukul 06.00. Seingat saya tidak dipungut biaya sedikitpun setelah memasuki kawasan ini.

Sangat tidak disarankan untuk membawa motor matic karena kondisi kemiringan jalur sangat landai sehingga besar kemungkinan bikin rusak motor kalian bahkan gabisa nanjak lagi. Tapi ada banyak babang ojek yang bisa jadi alternatif biar kalian bisa tetep menikmati panorama Puncak B29.

Yang bisa kita nikmati dari atas sini antara lain sunrise, panorama bukit teletubbies bromo, dan lautan awan. Buat yang mau lebih lama bersantai dan dapet sunrise bisa camp juga kok di puncak!

sunrise Puncak B29 Lumajang





FYI kalau kalian berdomisili di Malang, sepulang dari sini nggak perlu memutar terlalu jauh lewat Luamajang karena kita bisa lewat hutan yang tembus daerah Ranu Pani TNBTS (namun track mayoritas masih makadam). Tinggal tanya warga setempat saja kalau mau menghemat waktu.

Bila ada lain kesempatan , nyobain kemping disini sepertinya seru !

hehe

Wawa Yasaruna's