8.8.17

Mencicipi Sate Asli Ponorogo

Selain kesenian reog Kota Ponorogo juga memiliki kearifan lokal yang dibangga-banggakan melalui kuliner yaitu sate asli Ponorogo. Di daerah Nologaten tepatnya gang sate terdapat salah satu yang paling terkenal di Ponorogo yaitu "Sate H. Tukri Sobikun" sampai-sampai menjadi langganan Presiden SBY bahkan Jokowi.

Pendirinya sendiri bernama Bapak H. Tukri dan saat ini warung sate sudah dipengang oleh generasi ke tiga turun temurun keluarga Tukri sehingga bisnis sate tersebut sudah berusia cukup tua dan eksistensinya masih kuat. Bahkan nggak harus ke Ponorogo untuk mencicip sate surga ini karena terdapat dua cabang di Madiun. Dengan uang tiga puluh ribu rupiah kalian bisa mendapatkan sepuluh tusuk sate dan kenyang seketika.

Yang membedakan dari sate yang biasa saya makan di Malang (biasanya sate madura) itu bumbunya lembut banget serta dagingnya pipih dan lebar. Pokoknya enak! Beruntungnya saat itu bisa melihat proses pembuatan sate nya langsung di dapur Sate H. Tukri Sobikun.





Enaaaak!
Haram hukumnya kalo ke Ponorogo tapi tidak mencicipi sate ini, jangan lupa mampir!

hehe

Wawa Yasaruna's

7.8.17

Pulau 1000 Kambing Gili Ketapang


Setahun belakangan Probolinggo dibuat kondang lewat salah satu tempat wisata baru yang ternyata memang eksotis bertajuk Gili Ketapang. Letaknya nggak jauh kok dari Pelabuhan Probolinggo, sedikit ke arah timur dari pelabuhan kita bisa naik perahu sekitar kurang lebih 30-45 menit menuju Gili yang terkenal dengan pulau 1000 kambing ini.

Menurut beberapa sumber yaitu warga lokal Gili Ketapang sendiri, pulau ini sudah dihuni puluhan tahun yang lalu tapi baru di gembor-gemborkan keindahannya sekitar satu tahun yang lalu oleh beberapa pemuda asli Gili Ketapang. Pulau ini berpenduduk kurang lebih 8000 jiwa, air saluran PDAM sudah memadai namun listrik hanya bisa digunakan setelah magrib saja.

Untuk harga sendiri sangat pas di kantong karena mulai dari akomodasi kapal. snorkeling, rest area, dokumentasi underwater maupun Drone, sampai makan ikan sepuasnya nggak sampai 100 ribu rupiah! Keberangkatan kapal ada yang pukul 06.00, 07.00, 08.00, dan 09.00 , pokonya jangan takut ga bisa nyebrang tapi alangkah baiknya kalau reservasi terlebih dahulu untuk lengkapnya silahkan kunjungi Instagram @giliketapang.

On the way Gili Ketapang

Sesampainya di Gili saya dibuat tercengang dengan gradasi warna laut yang epic, bening banget! Apalagi cuaca lagi cerah berawan sehingga bikin warna laut semakin bening.

Welcome to Gili Ketapang!

 Begitu datang kita langsung ke rest area untuk sarapan ataupun ganti baju karena bakal langsung snorkeling. Snorkeling kali ini beda dengan pengalaman snorkeling di Gili Labak kemarin karena kita naik perahu dulu ke lautan dan njebur dari atas kapal, hal ini yang bikin saya nggak bakal mau snorkeling karena takut hehehe. Tapi kalian harus coba karena bisa ketemu dengan nemo-nemo yang lucu! FYI untuk kalian yang tidak terbiasa hidup tanpa ponsel sinyal disini full sehingga kalian masih bisa update apapun di media sosial kalian hehehe.



Arif di spot snorkeling Gili Ketapang
Sebenarnya ada dua spot untuk snorkeling yan gsalah satunya spot "finding nemo" nya Gili Ketapang, tapi waktu itu temen-temen uda cape berenang di spot pertama sehingga udah ogah-ogahan ke spot selanjutnya. Sepulangnya snorkeling kita kembali ke gili untuk berfoto dan makan makaan sepuasnya !




See? Instagram-able kan ?

Setelah capek foto-foto kita balik ke rest area untuk makan makan! Pertamanya ga terlalu excited karena cuma ikan yang dibakar tanpa bumbu tapi ternyata enak banget selain itu sambel nya epic, sampe sekarang masih kepikiran enaknya makan di Gili Ketapang saat itu hiks. Ambil nasi, ikan, dan sambel sepuaspuasnya, njupuk sak isin e haha.






Selain itu ada beberapa warung disekitar rest area dan wajib mencicipi rujak nya. Bumbu kacangnya menurut saya mirip banget sama bumbu somay terenak di Bandung yang pernah saya coba. Harga makanan makanan di warung seperti mie instan, jajanan, maupun makanan berat seperti rujak nggak mahal-mahal aman dan sangat pas di kantong. Harga rujaknya cuma 10ribu rupiah!

Sekarang kita berbicara tentang icon Gili Ketapang yaitu kambing. Di Pulau kecil ini tidak ada satu pun rumput yang bisa tumbuh karena cuma ada pasir pantai sehingga kecil kemungkinan bahkan mustahil bisa ada rumput yang tumbuh. Tapi saya kurang tahu juga bagaimana sampai warga sekitar kepikiran untuk memelihara kambing tanpa adanya rumput ataupun tumbuhan disana. Jumlah kambing di Gili Ketapang mencapai angka 1000 lebih dan dibiarkan berkeliaran sehingga kambing kambing ini ada dimana mana dan ironisnya mereka makan kardus, kertas, bahkan bungkus rokok. Hal inilah yang menyebabkan kambing-kambing disini kurus kering, kasihan juga.

Kambing!
Fasilitas kamar mandi juga bersih dan airnya seger kok untuk bersih diri , selain itu operator musik disana cukup gaul juga buat nyetel lagu-lagu yang masa kini. Setelah kenyang dan capek foto-foto kita kembali ke pelabuhan dan pulang ke Malang! FYI kalau kalian mau main disekitar Probolinggo masih ada Gunung Bromo dan Air Terjun Madakaripura untuk opsi liburan lainnya.

Bye-bye Gili Ketapang!

hehe

Wawa Yasaruna's