15.10.17

Makan Enak di Makassar!

Beruntungnya sebelum saya terbang ke Ternate untuk mengikuti serangkaian acara Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) ke X bisa singgah di Makassar selama dua hari. Saya gak bakal menyia-nyiakan kesempatan ini karena Makassar adalah salah satu kota impian dari SMA, dan lucky me benar-benar bisa menginjakkan kaki disana!

Selain berkunjung ke beberapa tempat saya juga tidak akan melewatkan untuk mencicipi hidangan khas Kota Angin Mamiri ini. Yang terkenal dari Makassar adalah menu-menu makanan berat yang lengkap kandungan klestrolnya a.k.a tidak jauh-jauh dari daging bahkan jeroan sapi! Wew. Untuk saya yang tidak begitu doyan makanan berkolestrol tinggi mungkin kurang tertarik, tapi saya harus coba doonngg.

Tapi ternyata makanan disana tidak melulu soal daging, diantaranya yang udah pernah saya cobain adalah :

Mie Titi

First impression saya ketika di ajak makan mie kering adalah semacam tamie kalau di Jawa, mie digoreng lalu disiram dengan topping capjay. Eee ternyata beda, yang ini lebih yahud! Mie nya juga berbeda dengan mie tamie. Kuahnya bertekstur kental nan bening ada tambahan daging, seafood, serta bakso aci (bakso kanji). Kita bisa pilih sajian mi kuah atau mie kering, porsi sedang ataupun porsi besar, yang jelas sama-sama enak! Waktu itu saya di Kedai Mie Awa daerah pecinan, harganya berkisar Rp 20.000. Terdapat camilan yang bisa melengkapi kenikmatan makan Mie Awa yaitu bakso goreng.

Mie Kuah

Mie Kering
Dari keseluruhan saya kurang cocok dengan sambelnya, kurang pas di lidah saya yang orang Jawa. Gak suka yang terlewat asam hehe.

Dangke

Kalau yang satu ini mungkin susah ditemukan di daerah Kota Makassar karena dangke sendiri adalah kudapan khas Enrekang yang kurang lebih 266 kilometer atau bisa ditempuh perjalanan sekitar tujuh jam an! Namun beruntungnya saya yang pada saat itu yang menumpang di rumah salah satu teman baru yang asli Enrekang, Iin namanya.

Dangke sendiri adalah hasil fermentasi susu kerbau atau susu sapi, bentuknya seperti tahu, cara memasaknya dengan di panggang. Sekilas rasanya seperti keju hehe.

Selain dangke waktu itu saya juga disuguhi Ikan Cakalang sebagai lauk tambahan, yum!



Pisang Epe

Cemilan yang menjamur disekitar Pantai Losari ini memang sudah lama ada dan selalu ramai dikunjungi. Pisang setengah matang yang dijepit dengan dua papan lalu dibakar dan diberi aneka topping manis seperti durian, cokelat, susu, ataupun keju.

Harganya cukup murah berkisar 10.000-15.000 rupiah



Aneka Es di Maros

Jajan es-es an di Makassar itu seperti oase di gurun pasir, melegakan! Banyak es yang bisa kita coba seperti es teler, es buah, es campur, namun yang palin khas tetep es pisang ijo hehehe.


Coto Makassar

Yang paling terkenal dan wajib dicoba ya coto nya, meskipun banyak hidangan lain yang serupa seperti konro, pallu basa, dan sop saudara namun coto tetep juara.

Meskipun saya gabegitu suka daging tapi ternyata emang enaaak banget, murah lagi. Kalau di Malang harga berkisar 35.000-40.000 rupiah, di Makassar rata-rata cuma 15.000 rupiah free ketupat dan air putih pula. Rasanya seger apalagi kalo kita tambahin jeruk nipis dan cabe yang banyak, nyam!


Itu dia yang bisa saya share sepengalaman di Makassar, semoga bermanfaat ya fellas!

hehe

Wawa Yasaruna's

1 comment:

  1. Duuuh jd mau ke Makassar. Aku suka banget makan coto, bisa tiap hari. Yg aku belum pernah coba itu danke. Benar seperti keju? Dimakannya bareng ikan atau digado begitu aja ya?

    ReplyDelete